Alhamdulillah temanya masih tentang hujan. Mau tahu kenapa kok masih berurusan sama yang namanya hujan? Begini ceritanya (sambil nempelin jari telunjuk tangan kanan dikepala bagian depan) hehe..
Tadi setelah nulis postingan yang pertama dihari ini tadi, alhamdulillah hujan lagi meski sempat tadi ada jeda untuk mengizinkan saya beli makan di warung sebelah. hehe..
Mulanya sih cuman rintik-rintik aja, eh nggak tahunya sedikit demi sedikit lama kelamaan hujannya makin lebat, sampai talangnya nggak kuat nahan air hujan dan akhirnya, byur... tumpah deh keluar. :D
Sebelumnya masih sempat bercengkrama sama Bapak Kost (yah ketahuan kalo masih kost, semoga tahun depan bisa jadi yang punya kost-kostan, aamiin). Tak begitu lama, ya gitu hujan deres ngguyur kostan.
Temanya hujan-hujanan tadi sama Bapak Kost (bahasa kerennya benerin talang), hehe.. Pak Kost yang naik, ane yang bagian pegangin tangganya. Weh ternyata banyak sampah yang masuk ketalang, jadi air kesumbat dan bikin air meluap keluar jalur WATERWAY (bahasa ngaco'nya jalan air).
Pertama sih nggak terlalu basah kuyup, soalnya cuman nanganin yang kesumbat aja. Lha kok lama kelamaan makin basah, hehe.. tapi asyik juga ding benerin talang sambil hujan-hujanan. Dan yang didapat adalah sebuah mangga yang kesangkut ditalang yang dibenerin tadi, dingin, seger, sambil ketawa-ketawa sama Pak Kost. :D
Alhamdulillah akhirnya selesai juga, dilanjut mandi terus sholat ashar. hehe..
Kejadian tadi jadi ingetin sama kisah masa kecil ane yang kalau pas main bola terus hujan nggak bakalan berhenti tuh main bolanya kalo nggak beneran capek. Dan asyiknya lagi hujan itu bikin hati jadi tambah ceria, seneng main sama temen-temen di ladang (yang dijadiin lapangan bola mini), meski akhirnya dirumah diomelin gara-gara pakaian kotor, jadi pilek, terus selanjutnya badan panas pas malamnya. Tapi ada seninya dibalik itu semua.
Coba sekarang, mana mau anak kecil disuruh hujan-hujanan sambil main sepakbola? Palingan juga lebih milih mainan PSP atau Game Online. Boro-boro anak kecil, paling yang sudah gede pun akan bilang seperti ini, " daripada hujan-hujanan yang bikin penyakit, lebih baik mah tidur ajalah, itung-itung nyari pahala. " Pahala darimana coba? iya kalau pas bulan puasa, kita tidur dihitung sebagai ibadah. hadeehh..
Eh lah kok, tadi dari hujan-hujanan sama Bapak Kost benerin talang jadi cerita masa kecil yah! hehe..
Yaudah lah kalau gitu, ini cuman sekedar intermezzo aja, daripada nggak ada yang ditulis lagi, (:
Terima kasih dan semoga bermanfaat. (:
Minggu, 05 Januari 2014
Hujan tiba, Ayo doa..
![]() |
Hujan itu rahmat yang penuh keberkahan kalau kita mau bersyukur. Dibalik hujan Allah sudah menyiapkan hadiah istimewanya buat kita (yang mau berdoa ketika hujan tiba). Bagi yang nggak mau berdoapun masih dikasih hadiah juga namun tak seindah sama yang mau bersyukur dan istiqomah dalam jalan Allah. (:
Konon katanya kalau kita berdoa ketika hujan maka doa kita akan terkabul, karena pada waktu hujan adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Waktu yang mustajab maksudnya waktu yang Allah ridho'i untuk berdoa, dan Allah pasti kabulkan apa yang diminta oleh makhluknya. Seperti beberapa penjelasan dari hadits-hadits dibawah ini.
Sebagaimana
firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya': 30)
وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ“Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan.” (QS. Al-Baqarah: 164)“Dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu.” (QS. Al-Baqarah: 21)
Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdoa saat melihat hujan yang lebat,
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا"Ya Allah, -jadikan hujan ini- hujan yang membawa manfaat -kebaikan-." (HR. Al-Buhari, dari hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha)
Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُوْلِ الْغَيْثِ"Carilah pengabulan doa pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqamah shalat, dan saat turun hujan." (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak: 2/114 dan dishahihkan olehnya. Lihat Majmu' fatawa: 7/129. Al-Albani menghassankannya dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1469 dan Shahih al-Jami' no. 1026)
Dalam
Shahih al-Jami’ Al-Shaghir yang berstatus hasan, disebutkan redaksi yang lain,
“Dua kondisi yang tidak akan ditolak doa; saat adzan dan dibawah guyuran
hujan.”
Menurut
al-Munawi, maksudnya adalah tidak ditolaknya doa di bawah guyuran hujan, atau
jarang sekali ditolak. Karena saat itu adalah waktu turunnya rahmah. Wallahu
Ta’ala A’lam.
Nah, sampai disini gimana pendapat ente-ente tentang hujan? masih mau nge-diemin waktu mustajab untuk berdoa ketika hujan turun? Semoga bermanfaat. (:
sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya': 30)
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/doa/2013/11/13/27572/saat-turun-hujan-waktu-mustajab-perbanyaklah-doa/#sthash.trTR182p.dpuf
sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya': 30)
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/doa/2013/11/13/27572/saat-turun-hujan-waktu-mustajab-perbanyaklah-doa/#sthash.trTR182p.dpuf
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
